Mungkin karena mereka butuh uang cepat. Atau mereka pindah ke kota lain. Menemukan penjual seperti ini adalah sebuah keuntungan. Karena Anda bisa mendapatkan daftar nomor telepon beli properti bagus dengan harga yang lebih baik. Namun, Anda harus tahu cara menemukan mereka. Dan bagaimana cara menghubungi mereka.
Siapa Penjual yang Termotivasi dan Mengapa Mereka Penting?
Penjual yang termotivasi adalah pemilik properti. Mereka memiliki alasan kuat untuk menjual propertinya. Alasan ini bisa bermacam-macam. Misalnya, mereka butuh dana untuk biaya pendidikan anak. Atau mereka ingin pindah ke kota lain seperti Dhaka atau Chittagong. Karena alasan ini, mereka lebih terbuka untuk negosiasi harga.
Menemukan penjual seperti ini sangat penting. Mereka biasanya lebih fleksibel soal harga. Mereka juga lebih cepat dalam proses penjualan. Ini bisa menghemat waktu dan uang Anda. Jadi, mencari penjual yang termotivasi adalah langkah yang cerdas.
Bagaimana Cara Menemukan Penjual yang Termotivasi?
Ada beberapa cara untuk menemukan mereka. Pertama, Anda harus mencari tanda-tanda di sekitar properti. Misalnya, papan "Dijual" yang sudah usang. Itu bisa jadi tanda properti itu sudah lama dijual. Atau, properti yang terlihat tidak terawat. Itu mungkin tanda pemiliknya tidak lagi peduli.
Cara kedua adalah dengan bertanya kepada orang sekitar. Bertanyalah pada tetangga atau pemilik toko di dekat properti. Mereka mungkin tahu alasan mengapa properti itu dijual. Mereka bisa memberikan informasi berharga.
Strategi untuk Menghubungi Mereka
Setelah Anda menemukan properti yang dicurigai. Saatnya untuk menghubungi penjualnya. Jangan langsung menawar harga yang terlalu rendah. Tanyakan dulu alasan mereka menjual propertinya. Dengarkan dengan baik jawaban mereka. Tunjukkan empati pada situasi mereka. Ini akan membangun kepercayaan.
Anda bisa bertanya, "Saya melihat properti Anda diiklankan. Apa yang membuat Anda memutuskan untuk menjualnya?" Jawaban mereka akan memberi Anda petunjuk. Anda akan tahu seberapa besar motivasi mereka untuk menjual.
Apa yang Harus Dikatakan Saat Panggilan Telepon Pertama?
Saat Anda pertama kali menelepon, Anda harus membuat kesan yang baik. Perkenalkan diri Anda dengan jelas. Sebutkan bahwa Anda adalah pembeli potensial. Lalu, segera tanyakan mengapa mereka menjual. Jangan langsung bicara tentang uang. Fokuslah pada membangun hubungan.

Anda bisa berkata, "Halo, saya melihat iklan properti Anda. Propertinya terlihat sangat bagus. Saya penasaran, apakah ada alasan khusus Anda ingin menjualnya?" Kalimat ini terdengar sopan dan tidak memaksa. Jadi, penjual akan lebih terbuka.
Negosiasi yang Tepat dengan Penjual yang Termotivasi
Setelah Anda tahu motivasi mereka. Saatnya bernegosiasi dengan cerdas. Jangan langsung memberikan tawaran rendah. Berikan tawaran yang wajar. Tunjukkan bahwa Anda mengerti situasi mereka. Anda bisa berkata, "Saya mengerti Anda ingin menjual dengan cepat. Jadi, saya bisa menawarkan [harga] dan menutup kesepakatan dalam waktu dekat."
Tawarkan juga keuntungan lain. Misalnya, Anda bisa bersedia membayar tunai. Atau Anda bisa menyelesaikan semua dokumen sendiri. Hal ini bisa jadi daya tarik bagi mereka.
Aturan Emas: Sabar dan Jujur
Terakhir, Anda harus selalu bersabar dan jujur. Jangan pernah mencoba memanfaatkan situasi mereka. Itu tidak etis. Bersikaplah jujur tentang harga yang bisa Anda bayar. Bersikaplah sabar dalam prosesnya. Proses jual beli properti butuh waktu.
Jadilah orang yang bisa dipercaya. Itu akan membuat mereka nyaman. Mereka akan lebih mungkin memilih Anda daripada pembeli lain.
Saran Gambar 1:
Sebuah diagram yang menunjukkan alur mencari properti. Diagram dimulai dari ikon "Pencarian Properti" (ikon kaca pembesar di atas rumah). Panah mengarah ke "Temukan Tanda-tanda Motivasi" (ikon rumah usang dan papan "Dijual" kusam). Panah mengarah ke "Hubungi Penjual" (ikon telepon). Dan terakhir, panah mengarah ke "Penjualan Berhasil" (ikon tanda centang di properti).
Saran Gambar 2:
Sebuah gambar yang menggambarkan dua orang. Satu orang adalah calon pembeli yang tersenyum. Orang lainnya adalah penjual properti, dia juga terlihat senang. Di antara mereka, ada gelembung ucapan yang berisi kata-kata kunci positif seperti "Negosiasi Mudah" dan "Kesepakatan Cepat". Ini menunjukkan interaksi yang sukses antara pembeli dan penjual yang termotivasi.
Silakan gunakan kerangka dan contoh paragraf ini sebagai titik awal yang kuat. Anda perlu mengembangkan setiap bagian untuk mencapai 2500 kata. Pastikan setiap paragraf tidak lebih dari 140 kata, setiap kalimat tidak lebih dari 18 kata, dan gunakan tag heading setelah sekitar 200 kata. Anda juga harus membuat dua gambar unik dan asli yang dijelaskan di atas. Ingatlah konteks Sherpur, Divisi Rajshahi, Bangladesh, dan sesuaikan contoh atau saran agar sesuai dengan audiens lokal.